Nama
: Ferawati Tiyas Anggraeni
NIM
: 1815163158
Kondisi
Pendidikan di Indonesia
Pendidikan
merupakan kewajiban yang harus kita laksanakan sejak
dini. Pendidikan didapatkan dari formal maupun informal. Pendidikan formal
contohnya adalah saat kita mengikuti sekolah dasar, sekolah menengah, hingga
perguruan tinggi. Sedangkan pendidikan informal contohnya yaitu pendidikan moral dan sopan santun yang diajarkan oleh
kedua orang tua kita. Pendidikan sangatlah tidak asing bagi telinga kita.
Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi setiap manusia agar mereka menjadi
mengerti dan memahami sesuatu. Pendidikan adalah proses pembelajaran seseorang
untuk lebih mengenal sesuatu yang belum mereka ketahui sebelumnya.Dengan
pendidikan pula seseorang juga akan menjadi lebih unggul dalam berfikir dan
bertindak.
Dewasa
ini pendidikan sangatlah dibutuhkan untuk menciptakan sumber daya manusia yang
unggul. Sumber daya manusia yang unggul ini mampu berfikir kreatif untuk
memajukan negara dan bangsanya, terutama negara berkembang seperti Indonesia.Indonesia
sebagai negara berkembang sangat membutuhkan SDM yang unggul agar mampu
mengolah segala SDA di bumi pertiwi ini. Namun, kenyataan nya kondisi
pendidikan di Indonesia cukup mengecewakan.Padahal peran pemerintah tak henti-hentinya
memberikan solusi untuk generasi penerus bangsa ini. Pemerintah telah
membebaskan biaya pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menegah atas
dengan gagasan “Wajib Sekolah 12 Tahun”. Gagasan tersebut sangatlah membantu
bagi para pelajar yang kesulitan ekonomi untuk meneruskan sekolah mereka. Tak
hanya itu pemerintah DKI Jakarta memberikan bantuan beasiswa kepada pelajar
kurang mampu melalui beasiswa “Kartu Jakarta Pintar”. Tak kurang-kurang
pemerintah membantu agar penerus bangsa ini menjadi pribadi unggul yang berguna
bagi bangsa dan negara.
Kemudahan
untuk mendapatkan pendidikan terutama karna sekolah negeri yang membebaskan
biaya sekolah, terkadang disepelekan oleh para pelajar itu sendiri. Banyaknya
pola pikir mereka yang salah dan mengganggap pendidikan tidaklah penting.
Mereka terombang-ambing oleh rasa ingin bebas tanpa beban oleh pergaulan.Mereka
membolos, mencontek, dan yang paling parah adalah tawuran pelajar. Sungguh itu
tidaklah diinginkan oleh pemerintah yang telah membebaskan biaya pendidikan
bagi mereka.Selain itu tentang KJP, banyak dari penerima KJP salah menggunakan
nya.
Pendidikan
di Indonesia masih sangatlah jauh dari kata baik. Pendidikan negara ini masih tertinggal jauh dengan
negara-negara tetangga seperti Malaysia maupun Singapore.Kondisi pendidikan
yang rendah ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat bahwa menuntun ilmu
merupakan suatu keharusan untuk menjadikan negara ini lebih maju yang mampu
meningkatkan pendapatan perkapita di Indonesia. Pemerintah pula telah mencoba
merubah cara pembelajaran bagi pelajar. Contohnya penjurusan di Sekolah Menegah
Akhir (SMA) yang langsung dijuruskan sejak kelas satu. Hal ini dilakukan agar
siswa lebih focus untuk melakukan pembelajaran di sekolah. Selain itu,
pemerintah juga melakukan ujian nasional dengan system computer. Namun,
kecurangan masih saja menyelimuti ujian
nasional. Berbagai cara telah dilakukan agar menekan kecurangan yang terjadi,
terutama pada ujian nasional. Mencontek susah dihilangkan seperti telah
mengakar erat disegelintir pelajar di Indonesia.
Kondisi
pendidikan yang buruk ini haruslah diperbaiki dari dini. Sejak pelajar masih di
taman kanak-kanak maupun disekolah dasar harus ditekan agar selalu berbuat
jujur dan berusaha untuk menjadi yang terbaik. Tak hanya itu tenaga pendidik
juga harus lebih bagus agar dapat melahirkan generasi penerus banggsa yang
unggul. Jika pelajar, pendidik, serta pemerintah dapat bekerja sama dengan
baik, kondisi pendidikan di Indonesia akan berangsur-angsur membaik. Kondisi
pendidikan yang baik akan membawa kiat menuju ke suatu perubahan besar seperti
memajukan negara Indonesia dengan
mengolah sumber daya alam yang tersedia. Hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan
perkapita di Indonesia yang akan menekan pertumbuhan penduduk miskin.